Kilas bayang semua prilaku yang telah aku lakukan kepada ibu seakan tepat berada di depan mata, seiring sakit yang aku rasakan disetiap 5 menit dan semakin cepat semakin berat, aku melihat dikala aku berbohong pada ibu hanya untuk sekedar dapat pergi bersama kawan kawan, dideraan sakit berikutnya aku melihat sesosok anak remaja yang menentang dan menganggap sang bunda adalah seorang yang kolot dan tidak mengerti perkembangan jaman, lalu terbayang kembali saat saat amarah memuncak dikala diri merasa semua tidak mencintai , merasa bahwa ibu hanya mencintai anak anak lainnya, bahwa ibu hanya memikirkan yang lain sedang aku harus berjuang sendiri untuk sekolah, untuk kehidupan, untuk keputusan dan semua hal tentang diriku. Semua harus aku yang mengalah, semua hanya tentang aku dan aku ...
Sakit itu kembali menerpa, aku teringat dikala aku tanpa sengaja mendengar ucapan ibu kepada salah seorang saudara.. ”Eva itu anak yang kuat, dia bisa melakukan semua sendiri, memang dia keras, tapi apa yang dilakukan adalah kebenaran dan kebaikan, aku bangga dan sayang sekali pada anak itu, dia memang berbeda ” . Saat itu, ditengah keegoisanku, aku hanya menganggap bahwa itu adalah suatu perkataan yang biasa dari seorang ibu ... nothing special.
Sakit itu datang lagi, usapan lembut dari tangan yang sudah tidak halus lagi terasa begitu meringankan bebanku, pelan.. pelan sekali usapan itu terasa mengguyur panasnya panggul dan tubuh ku..
Ya Allah.. aku saat itu hanya memikirkan tentang aku, bagaimana dengan ibu , mungkin ibu berbuat itu karena ibu yakin akan kemampuanku, akan ketegaranku, akan kekuatanku, bahwa ibu betul , dia mencintaiku dengan caranya , melepasku karena kepercayaan nya pada kemampuanku, tiada ada niatnya untuk membedakan cinta kepada anak anaknya... Ampuni aku ya Allah atas semua prasangka burukku pada ibu.
“Bu.. sakit sekali bu …” ucapku dikala kembali rasa panas itu datang
”Sabar nak .. ini jihad mu, ini perjuanganmu, masih banyak yang akan ada didepan , kamu pasti bisa, kamu anak terkuat ibu, bisa , ayo nak, sebentar lagi.. ada ibu disini ”
Ibu... seandainya aku bisa memelukmu saat itu, aku ingin membangunkan tubuhku, melupakan erangan sakit ku, dan meminta waktu untuk memohon ampun padamu...
”ya bu, doakan aku ”
”Ibu keluar dulu ya nak, mas mu sudah datang, insya Allah kamu bisa mengeluarkan anak hebat dari ibu yang hebat... Bismillah dan dzikirlah terus, ibu ada disini”
Disaat desakan hebat terakhir aku rasakan, butuh empat kali kekuatan dari diri dan atas bantuan Allah akhirnya terdengar tangisan hebat dari bawah rahimku ..
”Alhamdulillah bu, selamat ya, anaknya perempuan, sempurna , ibu mau memeluknya ? ”
”Ibu .. aku mau ibu ... aku mau ibu sekarang ” aku tidak peduli semua, rasa sakit yang yang sudah lenyap telah digantikan oleh sesosok tubuh mungil cintaku , anak itu akan baik baik saja. Namun rasa bersalah yang aku punya seumur hidupku hingga saat itu belum hilang sebelum aku menyium ibu ku dan mendapatkan perkataan maaf darinya..
Tiada kata yang kuucap, hanya pelukan erat , begitu erat berharap semua gelisah, semua beban karena kesalahanku dapat terhapuskan seiring ucapan perlahan dari bibirku disela tangisan pedih ku... ”maafkan aku bu ... maafkan aku bu ... ”
Dan peristiwa itu telah merubah seluruh hidupku ... Aku menjadi perempuan yang berbeda .. aku telah menjadi seorang ibu ...