Showing posts with label remaja. Show all posts
Showing posts with label remaja. Show all posts

Friday, February 11, 2011

Ada yang suka padaku.....

Bener bener deh, punya anak menjelang remaja gini , aku harus belajar dan belajar lagi, mencoba mengenang kembali saat aku dulu mulai sedikit loncat dari anak-anak ke yang katanya remaja. Seharusnya sih ga susah ya, karena kan prinsipnya, aku ingin apa yang aku tidak dapatkan dulu, bisa aku akomodir, apa yang aku canggung dulu, aku usahakan dia tidak merasakannya kini. Tapi kenyataannya sepertinya ga semudah itu, aku tetap agak kurang mengerti dan mencoba sedikit melonggarkan rasa khawatir demi perkembangan dia.

Ya, Putri walau belum baligh, tapi tanda menuju kesana sudah mulai ada, emosi yang naik turun, fisik yang sedikit mulai berubah, cara bicara dengan teman-temannya, serta rasa malu yang mulai tampak. 

Untuk persiapan fisik sepertinya aku sudah siap, pakaian dalam sudah mulai aku kenalkan untuk ukuran remaja, pakaian luar, sudah disiapkan dan dia memang sudah mengerti konsep aurat, jadi aku tidak terlalu sulit. Dia bahkan sudah malu untuk memperlihatkan aurat di depan adik-adiknya, jadi pakaian rumah dia ya kaos dan celana pannjang. Alhamdulillah sih, jadi adek laki2nya juga tidak terbiasa melihat aurat perempuan. 

Nah yang aku masih rada gimanaaa gitu, adalah tentang pergaulan remaja. Aku memang mengusahakan hubungan antara aku dan anak-anak bisa lebih santai dan fleksibel, aku ingin mereka menganggap aku adalah sahabat yang bisa mereka jadikan tempat untuk curhat, aku tidak ingin mereka mencari wadah di luar, aku sangat berharap mereka menjadi pribadi terbuka dengan ibu bapaknya, menjadikan sahabat yang ada batas hormat kepada status bernama orang tua.

Ada rasa yang bisa diungkap dengan kata, namun ada pula rasa yang hanya berani diungkap lewat karya. Putri lebih sering menuliskan surat kepadaku, berisi perasaannya, dan apa yang dia inginkan, Ghi lebih kepada tindakan, dia akan terlihat sekali bila tidak suka, namun pendekatan padanya aku masih belum menemukan celahnya. Nantilah, aku akan berusaha menarik rasa percayanya padaku.

Sering Putri cerita tentang sahabatnya, tentang apa yang mereka lakukan di sekolah, apa rencana mereka nanti, dan macam-macamnya lah . Aku cukup mendengarkan dan sesekali menimpali , sedikit memberi perbandingan dengan saat aku kala SD dulu. Lalu kita tertawa bersama, membayangkan ibunya dulu waktu SD tukang berantem, tukang naek pohon belimbing dan ngumpet di atas genteng, nah sekarang mau naek pohon belimbing, pohonnya masih seuprit.... hhahaha....

Nah tadi, lumayan kaget saat dia cerita bahwa teman-temannya sudah mulai ada yang suka-sukaan, Ada beberapa akhwat yang mulai dekat dengan Ikhwan .... ada beberpa ikhwan yang mulai mendekati akhwat, ataupun akhwat yang mulai cararentil pengen digodain para ikhwan.. Hadoooohhhh anak SD gitu loh.... tapi tenangggg emaknya ga marah dan ngeluarin tanduk kok, maknya cuma mesem, sambil mencoba mencari kemana arah pembicaraan dia.

"tenang kok bu, aku mah tau kan ga boleh kita deketan sama yang bukan mahrom, sekrang itu tugasku sekolah dan menjadi anak sholehah, ya kan bu" ternyata sebelum di nasehati, dia udah bisa menarik kesimpulan sendiri, padahal emaknya belom bereaksi loh, suer....

"Ya, temenan aja boleh, tapi kan ada teman akhwat, berteman saja ala kadarnya, untuk urusan sekolah, bukan untuk urusan pribadi"  si emak mulai sok bijak

"iya kok bu, aku juga males deketan ama ikhwan, pada cerewet, nakal, susah dibilangin, cape aku liat kelakuan mereka, kaya aku cape liat kelakuan mas Ghi" 
Nah loh, kok bawa2 adeknya sih.....

"ya, yang penting mba tau batasnya aja lah.... jangan juga dimusuhi, mereka kan ga salah, kalo bisa untuk jadi teman diskusi dan belajar ya ga masalah"

"Tapi bu, kaka bingung deh, masa kata temen-temen kaka, ada ikhwan yang suka ama kaka, katanya dia suka ngeliatin kaka, kan kaka jadi bingung dan ga enak bu ama dia, kaka jadi dikata-katain, padahal kan kaka ga ada apa-apa, ngeri juga enggak"

Nah lohhhh .... dudududududu..... emak bingung dah ...

"Ah, cuekin aja ka, dulu ibu juga gitu kok, banyak yang suka, cuekin aja, emang udah turunan kita banyak yang suka "

hahhaha jawaban emak2 gemblung yang bingung mo ngomong apa, akhirnya narcis mode on  ajah