Sebelumnya kami mendapat kabar dari sahabat yang juga akan menitipkan putrinya ke boarding scholl, menurutnya, beberapa sekolah sudah melakukan pendaftaran dan pengetesan, dan ini artinya kami harus lebih cepat melakukan kunjungan ke lokasi calon sekolahnya putri.
Setelah bertanya ke beberapa orang, akhirnya kami menemukan jalan utamanya, yaitu Dr.Ratna, sekarang hanya tinggal menelusuri jalan mencari lokasi. Lokasi yang tertera di peta tidak menyebutkan sama sekali no rumah, patokan nya pun sangat tidak jelas.Sampai pada saat keraguan muncul, aku putuskan untuk menghubungi pihak sekolah untuk membimbing kami.
Ternyata, informasi yang diberikan oleh mba'nya pun tidak jelas, salah persepsi, yang menyebabkan kami harus bolak balik nyaris 4 kali untuk mencari lokasi sekolah.
Namun itulah perjuangan, jika kami sudah menyerah disaat awal, bagaimana dengan perjuangan ke depannya. disamping itu, aku melihat bahwa putri pun masih sangat bersemangat, dan itu sungguh membuat kami gembira karena dia sendiri yang sadar untuk sekolah di pesantren ini.
Hasil Kunjungan - Fisik
Kami diajak berkeliling oleh salah seorang akhwat yang bertugas piket hari itu. Suasana sepi karena ini adalah minggu pertama dan jadwal para santriwati pulang ke rumah masing-masing. Kami diterima di aula yang merupakan perluasan bangunan , masih ada pembangunan berjalan, Ruang yang sekilas seperti garasi itu berfungsi sebagai perpustakaan, ruang kelas dan bagian atas bangunan adalah mesjid tempat anak-anak menghabiskan banyak waktu disana.
Perjalanan dimulai dengan mengunjungi kelas2, menurut keterangan, kapasitas kelas mencapai 40 siswi, tapi saat ini hanya terisi 36 siswi dengan masing-masing 2 kelas per jenjang. Lantai bawah digunakan untuk kelas 1 dan 2, lantai 2 berfungsi sebagai ruang kelas 3, kamar guru, dan kamar santri. Kapasitas kamar ada yang kecil berisi 4 tempat tidur tingkat yang berarti bisa menampung 8 orang, ada pula kamar besar yang mampu menampung belasan siswa. Lantai 3 terdiri hanya kamar tidur dan ruang mandi.
Ruang kelas sangat rapi, tidak tampak coretan pada dinding dan memang terlihat nyaman sekali disini. Ruang tidurpun rapi dan bersih, kasur busa dan lemari untuk masing2 siswa tersedia. Ruang kamar mandi ada diujung lantai berupa bilik2 berjumlah banyak yang sangat bersih dan rapi . Sekolah juga menyediakan alat penyaring minuman sendiri sehingga minuman anak2 selalu terjamin dan bersih. Dapur berada di lantai bawah beserta ruang perpustakaan dan area berkumpul.
Ada dua pilihan sebetulnya, Tashfia BS dan HIdayatunnajah, survey terdepan mungkin tashfia dulu karena lokasi tidak terlalu jauh, sementara Hidayatunnajah terlalu jauh karena masuknya ke kabupaten bekasi.
Hari ini (Minggu, 08-01-2012) adalah satu2nya kesempatan untuk survey karena minggu depan abang sudah kembali sibuk dengan pekerjaannya. Sementara bila kami menunda lagi, kami takut akan terlalu lama. AKhirnya setelah berbincang dengan abang, kami memutuskan pagi ini ke tashfia dulu, lanjut ke Parung untuk mendatangi undangan dari Nia . Berhubung lokasi tashfia dekat dengan rumah Uwi, kami memutuskan untuk menjemput uwi dan dedi setelah survey selesai dan kami berbarengan ke parungnya.
Perjuangan mencari lokasi
Entah mengapa perjalanan hari ini kami memiliki banyak kendala, menurut informasi kami harus keluar tol di kalimalang 2, namun sepanjang telusuran kami , kami tidak menemukan gerbang tol itu, sampai akhirnya kami keluar di cakung dan itu sudah sangat jauh dari lokasi yang tertera di peta. Terpaksa kami balik lagi ke dalam tol dan memutuskan untuk mengambil jalur biasa.
Hari ini (Minggu, 08-01-2012) adalah satu2nya kesempatan untuk survey karena minggu depan abang sudah kembali sibuk dengan pekerjaannya. Sementara bila kami menunda lagi, kami takut akan terlalu lama. AKhirnya setelah berbincang dengan abang, kami memutuskan pagi ini ke tashfia dulu, lanjut ke Parung untuk mendatangi undangan dari Nia . Berhubung lokasi tashfia dekat dengan rumah Uwi, kami memutuskan untuk menjemput uwi dan dedi setelah survey selesai dan kami berbarengan ke parungnya.
Perjuangan mencari lokasi
Entah mengapa perjalanan hari ini kami memiliki banyak kendala, menurut informasi kami harus keluar tol di kalimalang 2, namun sepanjang telusuran kami , kami tidak menemukan gerbang tol itu, sampai akhirnya kami keluar di cakung dan itu sudah sangat jauh dari lokasi yang tertera di peta. Terpaksa kami balik lagi ke dalam tol dan memutuskan untuk mengambil jalur biasa.
Setelah bertanya ke beberapa orang, akhirnya kami menemukan jalan utamanya, yaitu Dr.Ratna, sekarang hanya tinggal menelusuri jalan mencari lokasi. Lokasi yang tertera di peta tidak menyebutkan sama sekali no rumah, patokan nya pun sangat tidak jelas.Sampai pada saat keraguan muncul, aku putuskan untuk menghubungi pihak sekolah untuk membimbing kami.
Ternyata, informasi yang diberikan oleh mba'nya pun tidak jelas, salah persepsi, yang menyebabkan kami harus bolak balik nyaris 4 kali untuk mencari lokasi sekolah.
Namun itulah perjuangan, jika kami sudah menyerah disaat awal, bagaimana dengan perjuangan ke depannya. disamping itu, aku melihat bahwa putri pun masih sangat bersemangat, dan itu sungguh membuat kami gembira karena dia sendiri yang sadar untuk sekolah di pesantren ini.
Hasil Kunjungan - Fisik
Lokasi pesantren berada dalam gang satu mobil yang khusus masuk ke lokasi. Pelataran parkir untuk beberapa mobil, tampak saung2 kecil di pinggir halaman.
Kami diajak berkeliling oleh salah seorang akhwat yang bertugas piket hari itu. Suasana sepi karena ini adalah minggu pertama dan jadwal para santriwati pulang ke rumah masing-masing. Kami diterima di aula yang merupakan perluasan bangunan , masih ada pembangunan berjalan, Ruang yang sekilas seperti garasi itu berfungsi sebagai perpustakaan, ruang kelas dan bagian atas bangunan adalah mesjid tempat anak-anak menghabiskan banyak waktu disana.
Perjalanan dimulai dengan mengunjungi kelas2, menurut keterangan, kapasitas kelas mencapai 40 siswi, tapi saat ini hanya terisi 36 siswi dengan masing-masing 2 kelas per jenjang. Lantai bawah digunakan untuk kelas 1 dan 2, lantai 2 berfungsi sebagai ruang kelas 3, kamar guru, dan kamar santri. Kapasitas kamar ada yang kecil berisi 4 tempat tidur tingkat yang berarti bisa menampung 8 orang, ada pula kamar besar yang mampu menampung belasan siswa. Lantai 3 terdiri hanya kamar tidur dan ruang mandi.Ruang kelas sangat rapi, tidak tampak coretan pada dinding dan memang terlihat nyaman sekali disini. Ruang tidurpun rapi dan bersih, kasur busa dan lemari untuk masing2 siswa tersedia. Ruang kamar mandi ada diujung lantai berupa bilik2 berjumlah banyak yang sangat bersih dan rapi . Sekolah juga menyediakan alat penyaring minuman sendiri sehingga minuman anak2 selalu terjamin dan bersih. Dapur berada di lantai bawah beserta ruang perpustakaan dan area berkumpul.
Untuk urusan cuci mencuci, para santriwati diwajibkan ikut laundry, sehingga tidak terlalu membuat santri lelah karena harus memikirkan pekerjaan. Untuk makanpun sudah disediakan, para santri hanya akan di bagi menjadi beberapa kelompok dan pengaturan makan akan dikoordinir oleh perwakilan kelompok tersebut.
Pelajaran
Kurikulum yang diberikan tidak melenceng jauh dari kurikulum diknas, pada saat proses belajar mengajar, maka sekolah akan tetap menjalankan kurikulm resmi, sementara pendalaman agama dilakukan pada jam lainnya, khususnya hapalan Al Qur'an. Target sampai selesai sekolah adalah paham dan hapal 3 juz.
Kutipan dari website skolah tentang kompetensi yang diharapkan adalah sbb::
1. Memahami aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah
2. Beribadah sesuai sunnah
3. Hafal sekurang-kurangnya 3 juz
4. Paham dan hafal sejumlah matan hadits
5. Lulus Ujian Nasional
6. Kompeten untuk melanjutkan ke SMA, MA, SMK
Beberapa temanku, anaknya sudah menjadi lulusan sekolah ini, dan rata-rata semua menilai sekolah ini bagus, lulusan nya ada sebagian yang meneruskan ke pesantren Yogya, dan ada yang melanjutkan ke SMK. Penyesuaian dengan lingkungan umum pun ternyata tidak berat.
Reaksi Putri
Seberapa antusiasnya kami untuk menempatkan putri disini, akan percum tatkala anak kami tidak menyukainya, karena itulah kami selalu memperhatian raut wajah putri, Alhamdulillah, dia sendiri terlihat sangat menyukai kondisi sekolahnya, jadi setidaknya kami merasa tenang.
Persiapan mental untuk menempatkan putri di pesantren sudah kami lakukan sejak dia kelas 4 dan semakin intens saat dia kelas 6 kemarin. Berulang kali kami pastikan bahwa dia mengerti dari dalam hati mengapa kami memutuskan hal tersebut, bukan karena alasan tidak sayang, tapi justru karena kami sangat menyayanginya, dan ingin membekalinya dengan pendidikan yang terbaik tanpa harus bingung dengan kontaminasi pergaulan anak sekarang yang sangat mengkhawatirkan.
Kami sadar bahwa usia terberat adalah usia menjelang baligh seperti saat ini, dia sedang mencari jati dirinya, selalu penasaran dengan hal baru, bertanya tentang banyak hal, dan kami sadar, sekuat apapun kami menanamkan nilai kebaikan, pengaruh pergaulan sudah terlalu tinggi, dan kami tidak bisa mengharapkan lebih dari ketidakmampuan kami.
Bagi kami pada usia inilah nilai aqidah, tauhid harus semakin diperketat, supaya pondasi yang membangun jiwanya akan semakin kuat.
Kamipun tidak menampik bahwa pesantren akan lepas dari pengaruh duniawi, namun setidaknya, kami berharap pencemaran akan lebih dapat diminimalisir. Ya, semoga... karena kami yakin inilah yang terbaik bagi dirinya.
Di perjalanan pulang berkali kali kami tanyakan pendapatnya tentang kunjungan tadi, dia menyambut baik dan terus berkata dia bersedia dengan ikhlas karena dia tau, bahwa dia harus menimba ilmu karena Allah.
Perjalanan masih panjang, kami hanya bisa memberi fasilitas, tetapi anak kamilah yang akan menjalaninya, kami hanya bisa memberi doa dan berharap kebaikan untuknya.
karena kami mencintainya karena Allah...
Mungkin nanti bila ada waktu lagi, kami akan melakukan survey ke Hidayatunnajjah, smoga ada kesempatan.


semoga putri suka dan cepat mengambil keputusan dengan pilihan sekolahnya..
ReplyDeletesayang ya kemaren ku diare, jadi ga ketemuan di kondangan nia..
Gak coba ke Ibnu Hajar mbak?
ReplyDeletesrmoga putri senang dg sekolah barunya....
ReplyDelete@mba Tin : insyaAllah dia siap.. Iya ya, kmrn km datang sdh siang sekali, jd hny ketemu sedikit teman .
ReplyDelete@mas syamsul : Ibn Hajar dimana mas ?
@Mas Rifky ; insyaAllah, saat ini dia sih sgt menyukainya
@mba Tin : insyaAllah dia siap.. Iya ya, kmrn km datang sdh siang sekali, jd hny ketemu sedikit teman .
ReplyDelete@mas syamsul : Ibn Hajar dimana mas ?
@Mas Rifky ; insyaAllah, saat ini dia sih sgt menyukainya
Iya mbak eva, kepikiran jg utk masukkan anak2 ke Pesantren nantinya
ReplyDeleteAlhamdulillah Putri menyukai dan antusias ya mbak..mudah2an segera bisa memutuskan mau dimana
@nia : uya, mdh2an msh ada wktu utk survey └åĝÍ ke 2 tmpt.
ReplyDeletealhamdulillah yaah putri suka..
ReplyDeleteBaca postingan ini saya ikut belajar menjadi orang tua, Mbak. Makasih, yah..
ReplyDeleteSalam buat Putri, semoga betah dan menajdi berkah nanti di pesantren barunya :)
Pesantrennya adhem yah, ijoo..byk saungnya juga..trus nanti pulangnya tiap wiken, mb? Ato pas liburan aja?
ReplyDelete@amel: iya, tp msh hrs survey tempat lainnya sblm memutuskan.
ReplyDelete@anaz :mudah2an sih.. Tp stidaknya dia udah pengen sendiri
@aniez: iya .. Adem banget. Pulang awal bulan aja, kalo minggu biasa boleh dikunjungi aja sih
buat mba putri semoga betah di boarding school nya. semakin manjadi sholehah nantinya aminn
ReplyDeletesemoga pilihan ini adalah yang terbaik untuk putri ya mbak eva..
ReplyDelete*jadi inget postingan pak ari kunto yang berniat utk boarding school juga buat anaknya. sahabat dian juga anaknya di pesantren modern juga..
Dian sempat terpikir untuk billa juga demikian, tapi di kawasan pamulang, ada MTS Negeri terbaik seIndonesia, yang kelas 1 nya nanti boarding school, tapi kelas 2-3 nya pulang ke rumah, Dian malah terpikir, kalau otak Billa cukup mampu untuk mengikuti pelajaran di sana, dian pengen dia ke sana... jadi yaaaa kembali ke kemampuan anak juga ya mbak eva..
sukses untuk Putri... ah sudah mau gadis ya si putri..:)
Terimakasih, Mba atas infonya:)
ReplyDeletewalaupun masih lama (karena anak saya masih balita) , tapi info sangat berguna
karena saya pun ingin menyekolahkan anak ke pesantren
@mb esty : aamiin, smg dia tdk berubah pikiran.
ReplyDelete@dian : wah kalo boarding school dr sd, aku msh ga brani say, kasian (eh ini lbh ke akunya yg ga tega). Mmg akan bnyk menyerap ilmu, tp usia. SD msh sgt bth perhatian ortu, kasian ngelepasnya.
@ydhappy: alhamdulillah jika infonya berguna, nnt bl smpt akan survey └åĝÍ ke tempat lain dan akan review jg.
jujur aja, saya aja baru tahu ada pesantren ini di Bekasi hehe...
ReplyDeleteboleh tahu biayanya gak mb Eva ?
ReplyDeletesebagai perbandingan, smp BIAS di jogja sini yg boarding school, biaya masuknya 12.5jt, biaya bulanannya 850rb
ALhamdulillah tdk begitu mahal, tahun lalu, biaya masuk dll kira2 6jt, bulanan 600rb, tp mmg ada pilihan berjenjang dg alasan utk subsidi silang bg yang tidak mampu. laundry 70rb-an, catring sudah include
ReplyDeletedi jl dr.ratna kmrn itu banyak loh ded, trus yg bagus itu y daerha pabuaran , tp agak jauh , dah masuk kabupaten bekasi. nnt kami jg akan survey kesana, nunggu abang ada waktu
ReplyDeletesubhanallah jauh banget murahnya ketimbang di kawasan pamulang ya.. hiks
ReplyDeletekemaren ada temen cerita, uang masuk ampir 20 jutaan, biaya bulanannya 1 juta lebih...
*pindah yogya aja kali yaaaa
wah nggak SD mbak..
ReplyDeleteyang dian bahas MTS, berarti levelan SMP juga..
dian juga gak mau lepas dari si kakak billa...hehehehe
wadooh mahal aja, tp mungkin krn fasilitasnya jg lbh super kali.
ReplyDeleteyang diaku murah banget, tp mmg fasilitas seadanya