Thursday, May 5, 2011

Mengajarkan konsep Berbagi

"Bu, aku rasa, aku ingin berbagi.... ibu boleh kok cicip kue ade, ade ga akan marah kok, beneran.. kan ade udah mengerti dengan berbagi"

oo000oo

Mengajarkan konsep berbagi ternyata bukan hal mudah, untuk tahapan umur Fadhl yang akan menginjak 4 tahun, dia sedang dalam tahap ego. Susah sekali membuat dia mau berbagi sesuatu dengan saudara atau ibu bapaknya. Walau cerminan perilaku sudah diterapkan, namun sepertinya  tahapan ini tetap harus dilalui dia. Sadar sekali saya tentang hal ini, karena itu kami berusaha membuat dia menjalaninya dengan apa adanya, sementara kami semua tetap berusaha konsisten memberi pengarahan tentang konsep berbagi.

Ingin memiliki sendiri ini, berlaku untuk makanan, mainan, kasih sayang ataupun channel televisi. Semuanya ingin dikuasai sendiri olehnya, beruntung bahwa kakak2nya sudah mengerti dan lebih mengalah, walau tetap menyerah dan sedikit membentak jika si adek kelewatan pelitnya. Nah kalau sudah begini, emak harus turun tangan, angkat si adek, dan mulai kembali mengingatkan tentang konsep berbagi. Yaaaa terkadang mempan, namun tidak jarang berakhir dengan ngambek dan marah ga karuan. Bila sudah dalam kondisi seperti ini, emak tidak bisa membela dia lagi, terpaksa memberi hukuman.

Kadang dia curang, untuk makanan misalnya, sudah diberi masing-masing jatahnya, dia makan begitu cepat, sedangkan kakak2nya makan terkadang tukar2an dan saling menikmati, hasilnya, dia  lebih cepat habis dan marah karena dia merasa tidak mendapatkan makanan yang sama dengan kakak2nya. Jadilah dia merayu kakaknya untuk sedikit memberi dengan tatapan memelas dan mengkondisikan bahwa dialah satu2nya yang sedang tidak makan camilan. Taktik yang curang yaaaa...

Begitupun saat dia ingin menguasai emaknya, padahal semenjak pagi emaknya adalah hak otoritas dia, belajar bersama, main bersama, melakukan kegiatan berdua, tidur, ketawa2,  ya udahlah, emaknya total punya dia. Wajar dong kalau saat kakak2nya pulang sekolah juga pengen diladeni oleh emaknya, pengen gelendotan, becanda2 dll . Nah ini tetap ga boleh, emaknya hanya punya dia, jelas aja yang lain komplen, dan emaknya jg ga mau ikutin dia dong. Biasanya berakhir dengan dia marah dan cemebrut ke emaknya. Sebodo..  biasanya kami acuhkan seraya mengingatkan bahwa emak adalah milik bersama. 

Beberapa hari ini ego nya dia sedang memuncak, karena itu kami semua sepakat untuk sering meneriakkan kata "BERBAGI !!!" , kami jadikan itu slogan kebersamaan, sehingga dia selalu ingat bahwa dia tidak bisa memiliki seusatu sendiri, tetapi harus berbagi. 
Berhasilkah ???
Hmmm kadang ya, kadang tidak, masih angot-angotan. Masih memaklumi dengan pembatasan yang tegas. 

Terakhir adalah kemarin, saat sore sepulang sekolah, sebetulnya adalah jatah Mas Ghi untuk nonton bola (LPI or ISL lah), itu sudah kesepakatan. Dengan egois, Fadhl tetap memegang remote dan melarang mas nya nonton bola. Sebentar mas nya ngalah dan bersedia nonton kartun, tapi karena dia bosan dan merasa ini adalah jatahnya dia, mas mulai marah. Emak mulai bertindak, angkat ade, dan menyerahkan remote ke mas. Ade marah dan mulai lagi dengan mukul2 emak. Mulai beradu tatapan, dia dengan muka ngambek, mata melotot, nafas mendesuh (hihihi apa ya namanya, ekspresi marah lah), emak memegang bahunya, berusaha  tetap menatap matanya serata terus mengucapkan ibu sayang ade , dan ade harus ingat konsep berbagi. 
Dia masuk kamar, banting2 bantal guling (padahal sudah lama dia tidak begini), mulai lagi pendekatan, tidak mempan, 10 menit masih begitu, enough.... Angkat ade, taruh di ayunan teras belakang tempat 'time out'  buat dia. 
"Bila ade sudah tenang dan paham akan kesalahan ade, baru ade boleh masuk rumah, hampiri ibu dan peluk ibu. Mengerti ?? " 
No respon pastinyaaa... dia tetap cemberut di ayunannya dan emak tutup pintu belakang , dan melanjutkan kegiatan.

Tidak sampai 5 menit, dia muncul bukan dari pintu belakang, tapi dari pintu samping tempat working area (area cuci strika), dengan senyum 'geleuh' nyamperin emak sambil memeluk seakan tidak pernah ada kejadian heboh sebelumnya.. hmmmmm anak-anak.... this is your world, with your act, with your heart.

Pelajaran kami tentang konsep berbagi mungkin masih panjang, tapi kami terus berharap, apa yang kami tanamkan akan dapat terpatri indah dalam pikirannya, bahwa kita sebagai manusia yang hidup bersama , tidak bisa hanya mengedepankan kemauan kita sendiri. Ada sesuatu yang  harus dibagi kepada orang lain;  ilmu, harta, pengalaman, kemampuan, tenaga dan apapun yang kita bisa, tentu saja berbagi kebaikan ya, karena yang buruk mah sebaiknya di buang aja, tidak usah di bagi2. :) . 
KIta hidup tidak abadi, kepada siapa kita akan meminta pertolongan dunia kecuali kepada mereka yang baik kepada kita. Dan untuk itu kita pun wajib menjadi orang  baik, dengan selalu mengingat tentang konsep berbagi ....


=====
Sayang foto waktu dia ngambek ga ada euy, pdhal pernah moto wkt dia kena hukuman 'time out' tapi dicari ga ketemu .. hihihi

Bogor, 06 Mei 2011
Masih dalam kondisi Gastritis parah  :(

48 comments:

  1. iyaa potonya malah gak keliatan ngambek...
    coba sekali2 klo kena time out di poto hihi.

    ReplyDelete
  2. pernah moto, tapi kok tadi dicari2 ga ketemu yaaa :((

    ReplyDelete
  3. :) sekedar berbagi pengalaman ^_*

    ReplyDelete
  4. wakakakk sama ya ternyata ga dari hana, rafi dan zahra.... mencairkan mamanya yang marah dengen senyum geuleuhnya

    ReplyDelete
  5. sprt ga ada dosa gitu .. sblmnya emosi dah diujung pala, eh die dateng senyum2 tanpa dosa... rggghhhhh

    ReplyDelete
  6. adem rasanya kalau saling berbagi... :-)
    tapi anakku Della udah gede juga agak susah nih diajak berbaginya :Mbak

    ReplyDelete
  7. iya, walau sekedar cerita yang mungkin membosankan :D

    ReplyDelete
  8. sebetulnya sama aja mba, sampai dewasapun terkadang ada hal yang sulit untuk ikhlas dibagi.
    Setidaknya konsep itu sudah tertanam, shingga mudah memunculkan empati dari diri kita sendiri. Mudah2an anak2 mengerti dan aku rasa hal ini penting

    ReplyDelete
  9. Mbak, cape yah kayaknya punya anak kalau lagi begitu?

    Nabila, 7 tahun. Dia egois banget. Anaknya cerdas, IQnya tinggi, tapi ESQnya rendah. Dia cenderung otoriter, mau menang sendiri. Kesian adiknya...

    ReplyDelete
  10. wua iya juga perlu banget mengajarkan kepada anak dari sejak kecil untuk hal semacam tenggang rasa, kepedulian, dan yap berbagi tentunya...
    ho, apakah perlu ada semacam kursus parentingkah dulu?
    saya mau ikutan kalau ada (walau jadi orang tua aja belum he)

    ReplyDelete
  11. sulit memang, krn tahapan tiap anak pasti melewati fase egosentris, biarkan tapi diarahkan :)

    ReplyDelete
  12. skrg sih udah kebal naz, kalo cape ngeladenin, tinggalin ajah .

    utk usia 7 th harusnya sdh bisa mengerti, kecuali konsep berbagi itu mmg tdk diarahkan. Agak berat , tp tetap bisa dibuat mau berbagi asal orangtua dan lingkungan selalu konsisten.

    Putri dulu kan jaraknya lumayan jauh ama adeknya, dia cenderung otoriter, apalagi dia perempuan sendiri, smp skrg pun msh suka ego dgn dalih dia kan cewe sndr, tp ya kitanya aja kudu tegas, tidak ada satupun barang bersama yang hanya di nikmati sendiri, jd harus berbagi, hrs sama2, dan buat kesepakatan.

    ReplyDelete
  13. ya gpp lagi... btw, kebanyakan anak dg IQ tinggi, memang asyik dg keinginannya sendiri, tp skali lagig smua bisa diarahkan kok

    ReplyDelete
  14. hihiihi.. pekerjaan menjadi orangtua kan ga ada sekolahnya. Mau ikutan seminar parenting ya silahkan , tp sbetulnya, semua bisa berjalan dengan apa adanya kok, sepanjang kita , sebagai cermin mereka (anak2) juga memberikan dan menanamkan konsep apapun itu dengan konsisten .
    No body perfect... kalo aku, daripada puyeng ama teori parenting yang bejibun, ya sudahlah, mendidik dengan apa adanya aku, yg penting nilai utama moral dan agama selalu dikedepankan ...

    ReplyDelete
  15. kesian lihat Emaknya, Mbak
    Nabila masih tantrum, sekarang dah mulai berkurang, soale kalau nangis menye2 Ibunya marah.

    ReplyDelete
  16. yap yap yap sepatu (sepakata en setuju) banget dah mbak...

    ReplyDelete
  17. alhamdulillah untuk banyak hal, yang baru satu di sini seneng berbagi. tapi malah jadi agak susah semenjak sekolah, mbak... mungkin karena ngeliat temen2 di sekolahnya juga pada gak mau berbagi.. tapi yang tetep gak bisa berbagi sih, ya berbagi ibu... kalo ibunya gendong anak lain bentar aja, langsung nangis2 deh.. hehehe

    ReplyDelete
  18. siippp. mari belajar berbagi :)

    ReplyDelete
  19. nah itu dia , berbagi ibu itu yang susah, akhirnya tomplokan bareng2 deh :) demi asas keadilan :))

    ReplyDelete
  20. hihihi.. sama aja sama bontot ku... kakaknya sering jadi korban taktiknya...
    Anak2 kadang suka dapet ide yang tak terduga....:)

    ReplyDelete
  21. dan kalo mikir2 nih, dulu jg kita suka gitu kan, supaya makanan ga diminta, kita lepehin dulu... hahaha....

    ReplyDelete
  22. mungkin ga sih mba karena dia anak bungsu? jadi rada ego?

    btw PR yang sama nih mba, konsep berbagi bukan suatu yg gampang, di rumah jibran kan masih sendiri ya tapi kyosha kan sering banget sama kami dan so far jibran lebih ngalah sama adiknya tapi adiknya ampunn deh... sulit euyy....

    ReplyDelete
  23. tiap anak ada tahapannya kok, dan memang buat Fadhl rasanya ditambah krn bungsu, jdnya sulit untuk berbagi, khususnya berbagi emak...

    Nah kalao anak lain yang sulit berbagi, emang susah neranginnya, tp paling ya di tegor pelan2 aja, kalau sesuatu itu untuk bersama. kecuali barang milik sendiri ya.

    Oh ya ada pengalaman beberapa waktu lalu, Fadhl ingin melihat ipad temannya (ciee kesannya anak 4 th dah megang ipad yak), temannya itu tidak mau . Terlihat Fadhl kesal, dia sampai bilang, aku cuma mau lihat, aku ga pegang, bukankah kita harus berbagi ??
    Yaaa konsep yang kita kasih ke anak kita sudah benar, tp kita jg tdk bisa memaksakan orang lain untuk menuruti kehendak kita. Nah disini aku mulai memberi penegasan bahwa tidak selalu yang kita inginkan akan kita dapatkan, walau konsepnya berbagi, tp kita tdk dpt memaksakan oranglain untuk ikut berbagi dengan kita. Masih berat, dia masih tdk rela dan tdk masuk dlm nalarnya. Ya saat itu akhirnya dia ngambek, marah dan pengen dibeliin ipad... *getok jidat deh gw :(

    ReplyDelete
  24. aku kalau pas anak2 lagi jelek ngambek, difoto serial, sampe 7-10 foto
    abis itu dikasih liat pas sudah manis, it's work Alhamdulillah
    sukses ya Va, pelajaran berbaginya.emang perlu waktu tiap anak, kalau aku pas TK B baru deh enak diajak berbagi :)

    cepet sembuh gastritisnya, aduuh, itu kan rasa sakit ampe punggung :(

    ReplyDelete
  25. Selama ini ririn kl sm org lain mau berbagi, tp kl sm emaknya amit2....nanti kl pny adk gmn ya mbk....btw mksh sharenya ya mbk, jd bekal...

    ReplyDelete
  26. aghnat juga susah diaajak berbagi mbaa..

    ReplyDelete
  27. @mba Mia : huaaa sakitnya mba, udah 3 hari, panas dingin, ga karuan, ga bs makan ... Huaaa jd curcol

    Ada emang foto dan video ngambegnya, tp di hp dan blm dipindah ke kompie.. Suka susah motonya, krn dia marah .. Hehhee

    ReplyDelete
  28. @ dwi : hehehehe insyaAllah nnt di share smampunya yaaa. :) .

    ReplyDelete
  29. Dik Doang itu nama anaknya Ratta Billa Baggi, tapi belom tentu juga mau berbagi...

    ReplyDelete
  30. @mba amel : ya anak2 kadang gitu, kalo lg bener mau berbagi, seringan mah susah bagi2 terutama mainan dan makanan

    ReplyDelete
  31. sapa yang ngajarin fadhl taktik "curang" gitu ya?
    ku ga bisa bilang itu taktik curang deh mbak.. tapi cerdik.. anak2 blom ngerti kan konsep curang? dan pasti tindakan anak2 kecil meneladani ortu dan kakak2nya..

    ReplyDelete
  32. @ mas Luq : ya stidaknya itu harapan babe nye, biar si anak suka berbagi.. :)

    ReplyDelete
  33. @mba tin : mungkn itu naluri dasar anak2 seumur dia kali ya, menghabiskan haknya dan jika memungkinkan mengambil lagi yg msh bisa.
    Kami sll berusaha adil, dan kalau mau makan jatah mereka harus barengan atau mereka harus tanggung akibatnya jika ternyata adiknya melihat dan ingin makanan yg msh ada. Nah disini konsep berbagi dijalankan, bila mau sama2 ya atur bersama, jd tddk ada kerributan.
    Tinggal di bontot aja yg msh suka begini

    ReplyDelete
  34. dilarang menyebarkan "aib" anak. hehehehehehehe. Kata si ade untunglah foto muka jelekku gak ketemu.

    ReplyDelete
  35. *peluk mba evaaa...

    Makasih, mba... Udah mau berbagi pengalaman ke aku nih. Aku catet yaaa... *nyontek nih, hehehehe...

    ReplyDelete
  36. Whuah mbak...semangat nya ngajarin anak2..
    Saya paling tak kuat dgn disiplin akhirnya...
    Ibu yang tak baik saya tuh..

    ReplyDelete
  37. Makasi mbak, sedang belajar jg menerapkan konsep berbagi ke anak-anak *fyiuuuh tp sulit sekali x_x

    ReplyDelete
  38. Butuh konsistensi. Memang tdk otomatis, krn jujur smp tua pun ada sisi egoisme utk sesuatu hal. Tp stidaknya dg menanamkan konsep ini sedari kecil, akan menumbuhkan rasa empati

    ReplyDelete