Sunday, August 7, 2011

[Rindu Rasul] Saat kucoba memperbaiki Cinta


Kalimat  yang diucap oleh Ustadz tadi meninggalkan beribu perdebatan dalam batinku. Aku sadar ada yang salah selama ini, ada lubang yang terkuak sementara aku berusaha menambal,  semakin lama  lubang itu semakin membesar, menyadarkan  tentang  sesuatu yang tidak benar atas apa yang telah aku lakukan, caraku mencinta, cinta yang tanpa makna.

Sepertinya baru kali ini aku serius mengikuti kajian disela istirahat kantor, hari yang panas, diri yang gelisah, memohon siraman yang  menyejukkan. Siapa gerangan lelaki ini, anak muda seusiaku, menyajikan materi yang berbeda, cara penyampaian yang tidak biasa, tenang, sabar, namun terkandung kekerasan di dalamnya. Tidak ada rasa kantuk yang biasa, satu persatu kata terangkum indah dalam benakku,  entah mengapa air mata mengalir sendiri tanpa terasa.

Sudah benarkan caraku mencinta Rasulku, begitu berani berkata bahwa aku begitu mencintainya, sementara aku sendiri tidak mengenalnya secara benar. Beraninya aku menganggap bahwa aku telah mengetahui  siapa dia, sementara kulit terluarnya pun aku dapat hanya dari perkataan sebagian besar orang dan tradisi yang sudah beredar. Benarkah itu? Benarkah caraku? Sudahkah aku mencoba mencari tahu tentangnya, tentang seorang yang begitu dicinta Allah, yang padanya sudah terdapat jaminan syurga, yang kepadanya Allah titipkan wahyu untuk disebar kepada umatNYA, yang kepadanya Islam telah turun secara tuntas. Pantaskah aku untuk tidak mencintainya, sementara tiap lafadz shalatku mengucap namanya yang tersandar indah dalam kalimat haq seorang muslim. Asyhadualla ilaa hailAllah, waasyhaduanna Muhammadarrasulullah Aku bersaksi tiada Illah yang patut diibadahi selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah Rasul Allah.

Dan dua lajur airmata turun dengan sendirinya..

 

Aku membuka kenangan dalam benakku, saat aku memiliki rasa cinta kepada seorang makhluk lawan jenisku,  apa yang aku lakukan, aku tidak membiarkan rasa itu menjelma tanpa logika, aku harus tahu bahwa perasaanku tidak akan tersia, aku harus mengenalnya untuk mengijinkan masuk kedalam hati dan jiwaku. Aku mencari tahu, aku bertanya pada yang bisa mempertanggungjawabkan diri dan kehidupannya, aku berusaha mengenalnya dengan sebaik dan kemampuan terbaikku. Hingga saat keyakinan sudah terpenuhi, aku pasrahkan kepada penciptaku, apakah dia yang kelak menjadi imam bagiku, pembimbing kehidupanku, yang akan mempertanggungjawabkan sebagian perjalananku beserta keturunanku. Begitu panjang waktu yang aku butuhkan untuk menyerahkan diriku dan berkata aku mencintai seorang makhluk Tuhan yang kini menjadi suamiku.

Duduk terdiam di helai sajadah malam itu, aku menangis, menumpahkan kekeliruan yang selama ini aku rasa. Tidak, aku belum merasa pantas mengumandangkan rasa cintaku pada Rasulullah sebelum aku mengenal dan menjalani semua ajarannya. Cinta itu dari hati, bukan dari lisan yang berkumandang keras namun kosong di dalam. Cinta bukan hanya sekedar mengikuti, tatkala semua memproklamirkan rasa cintanya dengan deraian air mata, apakah tetesan itu mengiringi keseharian dalam perwujudan rasa cintanya?

Ya Allah, aku salah..  Masih begitu buta aku akan siapa hamba MuliaMu itu, begitu kosong rasa tahuku tentang kebenaran ajaran yang Beliau turunkan padaku, begitu bodohnya aku menjalani tanpa mengikuti, begitu naif nya aku merasa sebagai muslimah yang benar namun begitu banyak kedustaan didalam diriku.

Ya Allah…  tidak berani aku berkata cinta tanpa mengenalnya,namun  ijinkan aku mencintainya dengan kebodohanku saat ini, akan aku buka lembaran baru untuk mengupas ajaran Rasulku, bukan dari ‘katanya’ namun aku harus mencari apakah yang aku lakukan memang benar adalah ajaranmu, kesempurnaan Islam telah Engkau titipkan pada makhluk yang Engkau berkahi, dan siapalah aku yang berani mengkhianati nya ??

Perlahan, aku harus mencoba, butuh waktu, namun aku tahu inilah lubang yang selama ini aku rasa. Akan aku tutup perlahan dengan ilmu, akan aku isi perlahan dengan cinta yang sebenarnya, Mengikuti dengan kebenaran.

 

Satu persatu buku yang selama ini tersimpan rapi di lemari mulai aku buka, semakin terang pikiranku tentang siapa dirimu, Rasul, manusia sempurna dimata kami. Satu persatu keraguan aku pertanyakan kepada guru, dan semakin aku ketahui , semakin aku sadar  begitu banyak kesalahan yang telah aku lakukan. Betapa keraguanku tentang ritual yang biasa aku lakukan memang tiada dasar, keseharianku, ibadahku, banyak yang bukan dari perkataanmu, dan aku kembali menangis, betapa aku selama ini telah mendustakanmu.

Aku mulai dengan menambal pengertian Aqidahku, yang benar, yang haq, yang salah, yang bathil, aku belajar dan belajar, dan aku temui… bahwa Islam adalah agama yang mudah. Subhanallah.

Kini, aku telah menemukan cintaku padamu wahai Rasul, cintaku kepadamu dengan segala ajaranmu, apa adanya, tidak berlebihan dan melebih-lebihkan, suci dari dalam hati. Cintaku kini kepadamu hanya karena Allah. Ijinkan aku …. 

--------------------

Tulisan ini diikutkan dalam Lomba Rindu Rasul , trimakasih atas kesempatannya .


pict taken from Here 

Monday, July 11, 2011

Ketemuan dengan warga Batam

Salut.... itu satu kata buat sastrawan kita dari Batam, yang biasa dikenal dengan Suga dengan id saturindu. Kenapa sampai aku berkata demikian, karena mungkin hanya dialah satu-satunya mpers (mungkin bagiku yaaa) yang begitu semangat untuk mengunjungi satu persatu kontaknya, di kala dia sedang keluar dari kandangnya .

Aku sendiri mengenal mas Suga (biarlah pake nama ini yaaa) belum begitu lama, terdampar dari lomba FF yang diadain mba Intan, lalu di acak dan di kritik abis tentang FF ku, membuat aku penasaran, siapa sih aktor ini. Add as contact, mulai buka2 rumahnya, berusaha sedikit memahami posisi dan siapa dia, akhirnya sedikit paham bahwa memang mas suga adalah penulis yang memiliki bakat bagus . Tulisannya indah, kisahnya berbaur antara fiksi dan kehidupannya, yang diramu dengan cara penulisan apik menjadi alur yang indah untuk dicerna walau tetap terdapat misteri didalamnya. Yaaa mungkin butuh waktu untuk memahami karakter dan gaya penulisan seseorang.

Nah, bulan ini ternyata mas Suga datang ke Jakarta, rencana mau ikut kopdar yang bareng mba intan di atrium, tapi kondisi sedang ribet suribet, ya sudahlah saya pass saja, ngusulin supaya kalau ada waktu ke Bogor, bisa contact2an. Dan akhirnya hari kamis tanggal 07072011 mas Suga bersedia ke Bogor dan ketemuan di Taman koleksi . Sebetulnya mas suga maunya hari Rabu, tapi karena janjiannya malam, dan aku jg ga mungkin keluar rumah malam hari , akhirnya digeser ke kamis itu. 

poto sehabis makan.. duduk bund juli and mba winny, berdiri, aku dan mas suga

Ketemuan juga ama bunda Juli, dan tentu saja yang rajin kopdar adalah mba Winny. Sudah berkali2 janjian kopdar dengan mereka selalu gagal, pertama di KRB, kondisi tidak memungkinkan, kedua saat ke Istana Bogor, berhubung ga boleh bawa anak kecil, ya aku mundur deh dari ketemuan itu. Dan akhirnya sekaranglah aku bisa ketemuan juga dengan mereka.. senang karena sesama warga bogor dah ketemuan langsung.

Perbincangan sederhana yang akhirnya kok ya jadi membahas yang seram-seram , ternyata mas Suga emang demen ama ngomongin yang horor, aku cuma mesem2 ga ngerti dan berusaha tenang padahal merinding. Bunda Juli juga cerita macem2 yang nambah deg2an.... hehehe tapi seru... 

Tidak terasa udah sejam-an ngobrol, walau belum puas, tapi ya gimana lagi ya, anak2 ga ada yang jaga, jadinya harus pulang dan meninggalkan mas suga dengan jadwalnya sendiri. 
Trimakasih atas waktunya dan traktirannya. Semoga suatu saat masih diberi kesempatan untuk bertemu dan berbincang lagi...

Indahnya MP.... kemanapun, bila memungkinkan kita kopdarrrrrrrr




[LEBAY-nya MULTIPLY/ERS] Mengapa kau lupakan dirikuww.....

Fiuuhhh, penat juga badan ini, sudah selesai urusan rumah, sekarang waktunya bersantai dan membuka situs favoritku, Multiply... ihik ihik... *lebay dimulai..

Buka laptop, pasang modem, nyalain, ceklak ceklik google chroome dan langsung klik my MP. Harapan seorang emak yang masih pengen gaul adalah mudah-mudahan inbox hari ini bisa membuat suasana hati lebih damai, aman dan tentram, bisa sedikit menurunkan tanduk devil yang tadi sempat nongol dan rasanya masih sedikit mencuat di atas kepala. Berharap ada lelucon intermezzo mba Intan atau cerita kegemblungan omali atau yaaa mungkin walau rada eneg bolehlah liat penampakan om dedi yang katanya dan ngaku-ngakunya tampan se jagad MP *siapin kantong muntahan #lebay no 2

Layar still loading.... and... inbox no.1 come from my close friend ...

"yippie akhirnya bisa kopdar sama mr. xxxx .. what a day "

Glek....!!! Whatttttttzzzzzz  !!!!  Gubraxxx.. !!!! Dezigghhhhhhh ....!!!!

tulisan segitu ternyata telah menghancurkan hati dan hariku... Bagaimana tidak, sehari sebelumnya, aku dan si close friend , sebut aja CF chatting chattingan, ngobrol tentang kopdar dan bla bla bla sampai lama banget , bahkan ngomongin tentang si mr xxxx juga, berharap bisa kopdaran bareng dan ketawa ketiwi bersama. Tapi ternyata, lihat coba, si CF melupakan diriku, hanya gara-gara aku ga ol semaleman, trus kopdar dadakan, jadilah dia melupakan semua kenangan atas cetingan kita berdua... hiks. *nangis bombay   #lebay no.3

Reply...... kagak..... reply.... kagak...... reply.... kagak....
kalo reply, aku pasti emosi dan ga mau juga pertemanan jadi ancur , tapi kalo kaga tar dia bingung kok tumben aku ga reply, sedangkan jejak hs ku dah nongol di viewing historynya. Baiklah.... tarik nafas, tenangkan diri, berusaha bijak dan menulis dengan senyum..

"wah.. ikutan senang atas kopdar kalian, semoga kopdar yang bermanfaat"

nyinyir yak... hihihii ga marah loh padahal, cuma mendoakan ajah... *boongparah  #lebay no 4

Demi menuntaskan uneg-uneg, buka twitter yang ..hmmmm memang agak2 jadi tempat sampah sih..
"Apa itu yang dinamakan teman, ceting, sms an bareng, pas seneng2, aku dilupakan... huaaaa"
"ya ya ya, gw tau belum tentu juga bisa ikutan kopdarnya, tapi apa susahnya sms or ym, hp gw nyala 24 jam loh"
"brasa dikhianati temen sendiri, kopdar ga ngajak2"

hahahaha twitter hari itu dipenuhi racauan ga jelas dariku, no problem, yang penting kekesalanku ga terpendam yang mungkin saja berindikasi jadi jerawat atau terparah bisa bikin sakit maag kambuh, trus gastritis parah, trus jantung gw sakit lagi.. no no no.. mending ngilangin rasa jaim, dan nyampah di tempat yang bebas, ya tohhh...

cicicuit .... bunyi hp tanda ada ym masuk... wah dari CF
CF : say... sorry ... kamu marah ya 
Gw : hehehe ketahuan ya kalo aku marah
CF : suer deh,  bukannya ga mau ngabarin, tapi bla bla bla bla....
Gw ; gpp say... ngerti kok, emang gw kecewa, soalnya pas kmrn itu gw kalo diajak lagi availbale ajah, dan pas saat itu gw tinggal nyebrang doang dari lokasi kopdaran elu, makanya rada gimanaaaaa gitu.
CF : wah, elu lagi di sebrang mall ? kok ga ngabar2i 
Gw ; come on... jangan ngalihin perhatian dehhh, baca status bb ku dong ah.... tp yasudlah hay, cuma gitu doang, gapapa kok
CF : skali lagi sorry ya, gw ga ada maksud nyakitin perasaan elu kok..

dan... case closed, kita cekikikan lagi, ketawa lagi, ngobrol biasa lagi...
satu kisah berlalu... 
dan aku sadar dengan sesadar-sadarnya, bahwa orang memiliki alasan akan sesuatu yang dilaksanakan, apa yang aku pikirkan belum tentu itu yang terjadi, berbesar hati dan tidak berprasangka buruk akan segala sesuatu, karena aku sadar, bahwa perasaanku di awal sangatlah LEBAAYYYYYYYY...

=============
diikutin dalam lomba LEBAY-nya MULTIPLY / MPers 

note : kisah telah diadaptasi untuk mengurangi sensitifitas dan meningkatkan kadar kelebay-an. 





Friday, July 8, 2011

Putriku kini ....

Melihat Putri akhir-akhir ini, ada begitu banyak rasa yang berkecamuk di dalam dada. She's a girl now, begitu banyak perubahan yang sudah terjadi pada dirinya, dia telah menjadi pribadi yang berbeda walau tidak sempurna. Dan semakin aku melihat gerak geriknya, semakin aku takut akan kelalaianku untuk menjaga dan mendidiknya. Dia, titipan Allah yang begitu berarti bagi diriku, penyembuh jiwaku, penguat ragaku, pengayom anak-anakku.


Dia sudah menyadari bagaimana menjadi anak perempuan satu-satunya, berusaha membantu ibunya dengan sebisanya. Dia sekarang begitu dekat dengan adiknya, Fadhl, mulai dari makan, mandi, bahkan curhat dan bermainpun, mereka sudah seperti tak terlepaskan. 


Tidak... tidak ada pemaksaan sama sekali dari diriku untuk mewajibkan dia mengurus adik dan membantu dalam urusan rumah, namun memang aku selalu berusaha mengajarkan kemandirian, bantu apa yang bisa dibantu, dan mungkin dia bete juga kali ya, ngeliat ibunya kalo kecapean suka ngoceh sendiri.. 


Lucu kala melihat dia bersiteru dengan si bontot di kala mandi
Trenyuh kala melihat dia menemani adiknya makan, dan terkadang menyuapi 
Bangga tatkala melihat dia dengan gesit mencuci piring kotor 
Ngikik saat melihat dia emosi menghadapi ke'super' an adik2 cowoknya
Kasian tatkala melihat dia berusaha belajar dengan serius, lalu kelaparan, lalu mencoba bikin susu sendiri....
You're really my angel...


She's big now... kok ya semakin takut untuk melepasnya ke pesantren tahun depan yaa... bapaknya udah mundur tinggal terserah aku, dan sepertinya aku agak ragu juga, secara semua keluarga besar tidak ada yang mendukung untuk itu. Hmmm tapi disatu relung batinku , aku yakin ini yang terbaik bagi dirinya, menjalani pendidikan jauh dari ibu bapaknya, membina kemandirian yang sesungguhnya, belajar dengan lingkungan yang benar. Yaa masih ada waktu 8 bulanan bagiku untuk berpikir, smoga Allah memudahkan diriku untuk menentukan jalan terbaik untuk putriku.


btw kok napa fotonya gw serasa narsis yak...hihihi 

Akhirussanah Maisaan 2011




18 Juni lalu akhirnya maisaan, putra ke tiga menyelesaikan pendidikan di TKIT At-Taufiq. Rutinitas seperti biasa, panggung anak-anak yang menampilkan apa yang telah mereka pelajari selama ini, juga penyerahan piagam atas beberapa prestasi anak-anak.

Exciting, pastinya... semua orang tua ingin mengabadikan momen ini sebagai kenangan berharga buat anak-anaknya. Prestasi dan apa yang telah mereka raih menjadi torehan keberhasilan dalam riwayat perjalanan sebagai orangtua. Kebanggaan, bahwa satu langkah lagi baru terlewati dalam proses kehidupan seorang anak.

Maisaan mendapat dua penghargaan, sebagai anak yang telah mencapai qiraaty 4 pada masa TK, dan sebagai anak yang sudah menunaikan ibadah puasa penuh di bulan Ramadhan lalu. Walau dia sendiri tidak begitu memahaminya, namun yaaa Alhamdulillah karena ini menjadi satu hal positif bagi dirinya.

Prosesi wisuda sudah hampir sama dengan prosesi wisuda anak kuliahan, pemanggilan satu persatu, menyerahkan setifikat dan bunga dari anak ke ibu. Lucu aja sih, tapi ya dijalani saja, namanya juga ikut prosedur..

Masih jauh perjalanan hidupmu nak, terus bertahan, berprestasi dan menjadi pribadi yang baik luar dan dalam. Jadilah tahfidz Qur'an, dan mudah2an keinginan ibu untuk menyekolahkan kamu ke Madinah nanti bisa terwujud ya nak, dan cita-citamu untuk menjadi Insinyur SIpil bisa terlaksana dengan sempurna.. Doa ibu sellau untukmu.

Monday, June 13, 2011

[Fadhl] Menuntaskan kewajiban Khitan par 2 - Prosesi

Mumpung juragan lagi asyik nonton dan rada anteng, lanjut nulis ...

Persiapan mental sebetulnya berjalan apa adanya, dia hanya minta di yakinkan bahwa tidak ada sakit seperti saat pengambilan darah kemarin. Yaaa aku sendiri ga brani berbohong, dengan pelan aku ceritakan kembali bahwa sirkumsisi yang akan di lakukan adalah pengambilan sedikit kulit di ujung penis yang saat ini masih tertutup dan kemungkinan menyimpan kuman disana. Pasti akan sakit, namun aku yakinkan bahwa seorang laki-laki harus mampu menahan sakit, mas ghi dan abang ican sudah menjalaninya, jadi semestinya fadhl tidak takut dan mundur dari niatan ini. Done... dia sepertinya mengerti, dan semua berjalan tenang.

Sabtu pagi 11 Juni 2011, kami berangkat ke Jakarta dan sebelumnya mampir untuk beli mainan ala kadarnya untuk mengalihkan perhatiannya saat di khitan. Yang sibuk itu kakak2nya, mas Ghi maksa Fadhl supaya beli gasing, bang ican ngerayu supaya beli mobil2an.. hayyyahh... dan untunglah fadhl tidak terpengaruh, dan dia sekali melihat tools seperti handy many, dia langsung ambil, dan tidak bisa ditunda lagi (hiks pdhal harganya lumayan mehel..... gpp lah).

Jam 12.30 berangkat dari kemanggisan (rumah mamah/neneknya fadhl) menuju markas Sehat di Komplek PWR Ragunan. Ga disangka, perhitungan waktu yang menurutku seharusnya cukup untuk tiba disana jam 2 siang, ternyata salah, Jakarta macet sekali yaaa... huhuhuu , kami baru tiba pukul 2.20, untunglah Dr. Arum baik hati  dan bersedia menunggu (pasien ga sopan nih). 

Wawancara awal tentang kesehatan Fadhl, hasil lab dan perkembangan Fadhl. Dr Arum pun masih ingat saat 3 th lalu mengkhitan Maisaan. hihihi ternyata sudah lama juga kami tidak berkunjung ke markas . Pemeriksaan tinggi dan BB, berhubung emaknya lagi sibuk diskusi ama dokter, sampai ga ngeh itu anak berapa ya BB nya ...hehehehe.. Scara fisik oke, dan lanjut dengan persiapan khitan.

Ruang praktek sudah disiapkan, kami skali lagi menjelaskan bahwa akan di suntik sedikit di penis, lalu akan di lakukan operasi kecil penyunatan, dan dia masih sibuk ama mainan di ruang tunggu, shingga cuma iya iya aja... hehehe

Masuk ruang, buka pakaian bawah, dan berdoa, Fadhl mulai tampak takut karena melihat suntikan, sepertinya dia masih trauma dengan proses ambil darah kemarin itu. Dan benar saja, saat suntikan anastesi masuk, dia kembali tegang, berteriak kesakitan dan heboh. Haduuhh emak mulai stress,  buka stok mainan dan berusaha mengalihkan perhatian dia. Ga mempan, masih teriak, kita ajak ngobrol terus, dan akhirnya diam .
Disitulah baru diketahui bahwa kulit fadhl terlalu tebal, dan sempit di bagian depan, mengingatkan bahwa mungkin ini penyebab selalu ada benjolan saat dia buang air kecil dan kemungkinan Silent ISK mengingat dia sering demam walau berakhir di hari ke 4-5.
Selama demam yang dulu2 kami tidak curiga ISK karena dia tidak sakit saat bak, namun aku terlewat memperhatikan batang penis nya yang membesar setiap dia bak *emak eror.
Jadi, keputusan kami untuk segera mengkhitankan fadhl adalah pilihan yang tepat dan melegakan diriku sendiri.

Terus terang memang aku selalu tidak berani membersihkan kulup / ujung penis anak sejak bayi, selalu dicoba,namun tidak pernah tega untuk membuka dan membersihkan sampai pangkal. Dan untuk Fadhl, beberapa kali aku coba, namun aku kesulitan karena lubang depannya yang terlampau kecil. Jadi ya sudahlah, aku pasrah dan berharap pada khitan ini.

Proses tidak berjalan mulis, karena Fadhl keburu histeris dengan anastesinya, sempat ragu apakah anastesi bekerja dengan baik, karena dia terus menerus teriak. Sempat opsi supaya anastesi diulang , namun dr.Arum meyakinkan bahwa sebetulnya anastesi sudah bekerja, namun anaknya saja yang terlampau histeris.. (aka lebayyyy). 
Disini aku mulai berperan, aku alihkan perhatiannya dengan mulai bercerita, aku keluarkan stok bahan cerita yang biasa kami lakukan, kisah tentang Riku si semut kecil. Aku sendiri kurang konsen karena pikiran bercabang antara melihat proses dan bercerita, namun aku putuskan untuk hanya konsentrasi ke cerita saja, dan memasrahkan proses seutuhnya kepada dokter. 
Fadhl mulai terbawa dalam cerita, walau sesekali dia masih sesegukan, tapi dia menanggapi setiap kalimat yang aku keluarkan. Tersenyum, tertawa, protes dan segala macam tanggapan atas ceritaku yang lama-lama mulai ngaco.Hingga kisah terputus dengan kehadiran dr.Apin yang memecah konsentrasi ceritaku untuk ikut berdiskusi dengn dr.Apin.
Disitu aku tahu ternyata sebetulnya ada pendarahan di posisi 12 (atas) sehingga ditambah jahitan di kanan kirinya. Total jahitan ada 6 , normal ada 3 , tp tidak mengapa yang penting semua beres. 
DI proses akhir itu Fadhl mulai  histeris lagi, mungkin karena imun nya sudah menghilang , di tambah aku yang mengalihkan perhatiannya. Saat aku kembali pada cerita tentang Riku, dia sudah tidak tertarik dan mulai kembali menangis. Pasrah sajalah, yang penting proses sudah selesai.

Keluar ruangan , ternyata sudah banyak pasien yang menunggu, terdengar tepukan dari pasien lain yang mendukung perjuangan fadhl. Setelah aku keluar dari ruangan, ternyata pasien2 itu adalah temen2 juga... (ada Ida mom Riffat n Riffan, Menik mom Haura dan zaydan, dewi, dan rita  ).

Dilanjut dengan diskusi pasca sirkumsisi, kesimpulannya proses berjalan baik, tinggal menunggu apakah ada pendarahan, yang ternyata Alhamdulillah tidak terjadi pendarahan. Dokterpun menjelaskan mengenai treatment pada bagian yang luka, usahakan selalu kering, juga dijelaskan kemungkinan infeksi yang disebabkan adanya kotoran atau bekas BAK yang tidak bersih. Aku hanya berharap, semoga semua akan berjalan baik2 saja seperti kakak2nya dulu.

Selesai ..... kami pulang dengan Fadhl yang sibuk dengan mainannya . 
Sekarang tinggal perawatan pasca khitan, semoga berjalan baik dan fadhl kooperatif..

bersambung lagi insya Allah 


[Fadhl] Menuntaskan kewajiban Khitan part 1

Nyempetin nulis singkat deh, sebelum kelupaan dan hilang momennya. 

Alhamdulillah, akhirnya kami telah selesai sekali lagi menunaikan tugas sebagai orangtua terhadap anak lelakinya, yaitu meng-khitan-kan si bontot Fadhl. Sebetulnya ini melenceng dari jadwal semula, biasanya kami mengkhitan anak-anak pada usia 3 tahun, namun entah mengapa kali ini aku nya sendiri yang timbul keraguan sehingga niat tersebut tertunda hingga 1 tahun. 

Aneh mungkin ya bagi kebanyakan orang melihat keputusan kami untuk mengkhitankan  lelaki kami pada usia dini, kami sendiri tidak memiliki tujuan lain selain memang ingin menuntaskan kewajiban kami, menjadikan anak kami bersih secara fisik dan tidak ada lagi keraguan bagi kami akan kesehatannya. Begitu sederhana kan, namun yang sederhana ini selalu menimbulkan pertanyaan, dan tak jarang justru memberi kesan pada kami bahwa kami adalah orangtua yang tega.

Jujur, beberapa kali tanggapan orang lain itu sempat jadi dasar keragu-raguanku, apakah aku sudah melanggar hak anak, apakah aku terlalu egois dengan membuatnya sakit, apakah tidak ada waktu lain hingga anak siap dan besar. Namun, disatu saat malam aku selalu menatap dia, lelaki kecilku, sekarang atau nanti, kamu akan menjalaninya, sakit yang akan dirasa insya Allah akan berlangsung satu minggu, dan setelah itu selesai , jika kakak2nya berhasil melewatinya dengan baik, maka harusnya aku pun bisa melaksanakan khitan kali ini dengan rasa yang sama, ikhlas, tabah , tidak panik. Dan... keputusan bulat disertai nekat membawa aku pada satu sms kepada dr. Apin, meminta jadwal untuk sirkumsisi. 

Aku pasrah, jika ada tanggapan maka ini akan terlaksana, jika tidak ada jadwal , ya biarkan waktu yang akan mengatur kapan ini akan terlaksana. Tidak disangka, hari selasa 07 Juni, dokter konfirmasi untuk sirkumsisi hari Ahad, 12 juni 2011. Namun karena tempat praktek digunakan untuk klas ASI, jadilah jadwal dimajukan hari sabtu jam 14.00 di Markas Sehat dengan Dr. Arum.

Hari kamis, cek darah untuk PTT (Protrombin Time ) dan aPTT (Partial Tromboplastin Time = waktu pembekuan darah) yaitu untuk cek laju pembekuan darah, disini dimulainya kepanikan. Ternyata sulit sekali menemukan nadi pada tangan Fadhl, berulang ulang dan hal ini cukup membuat dia kesakitan dan takut. Aku hanya berharap dia tidak trauma, dan penjelasan mengenai konsep sakit akan aku ulangi lagi dan lagi sehingga dia siap secara mental untuk di khitan.

Oh ya, satu lagi yang sellau menjadi pertanyaan, mengapa aku memutuskan untuk menggunakan metoda sirkumsisi secara konvensional, mengingat saat ini sudah begitu banyak metoda yang 'katanya' lebih tidak menyakitkan. Apapun itu, aku sudah mempertimbangkan kelemahan dan kebaikannya, dan kami merasa bahwa metoda konvensional tetap menjadi pilihan kami dengan resiko yang sudah kami pahami.  Secara singkatnya, metoda cauter tdk kami ambil, karena resiko terbakarnya jaringan dalam yang sulit untuk dipantau, disamping itu, pembengkakan pasca cauter seperti nya lebih menyeramkan, dan yang jelas, aku ga kuat nyium bau kebakar dari pisau cauter itu .. hehehe.
Metoda Smartklamp tdk aku ambil karena aku tidak bisa memprediksi apakah ring atau klamp nya sesuai dengan ukuran penis anakku. Ya pada kesimpulannya , kami merasa bahwa metoda konvensional tetap menjadi pilihan kami. Untuk metoda sirkumsisi pernah di bahas oleh Dr. Ian di SINI .

Semua beres, hari Kamis sore, hasil Lab sudah ada,  nilai PTT Fadhl di bawah standar, namun aPTT normal. Setelah konfirmasi dengan dokter cantik, kesimpulannya tidak mengapa nilai PTT di bawah standar, krn artinya darahnya membeku lebih cepat , yang berbahaya jika nilai PTT nya diatas standar/normal, yang artinya pembekuan darahnya lebih lama. Konfirmasi ke dr. Apin dan dr.Arum, akhirnya ACC untuk sirkumsisi Sabtu. Fiuhhhh tinggal menyiapkan mental aku dan sedikit diskusi dengan fadhl mengenai apa yang akan terjadi pada dirinya.

Sebetulnya keinginan khitan ini pun sudah ada dari diri Fadhl sejak lama, kami sudah menjelaskan mengapa seorang lelaki wajib di khitan, dari sisi agama dan kesehatan, dia setuju untuk dikhitan dengan sedikit campur tangan kakak2nya yang sudah menjalaninya. Yang sibuk memang Ghi dan Ican, saling manas-manasi dengan bilang bahwa kalau di sunat akan punya hadiah banyak, nanti bentuknya akan bagus, daya pancar saat BAK akan keren.. (haddoohhh pembicaraan laki2 lah). Entah dia mengerti atau tidak, tapi yang jelas dia memang sudah ingin di khitan. Ya sudahlah,makin cepat makin baik, karena itu kami tidak berusaha menutupi bahwa proses khitan akan melibatkan suntikan, gunting dan akan ada darah di penis nya. Skali lagi, iming2 mainan membuatnya tidak mempedulikan itu semua, padahal aku sendiri tidak pernah menjanjikan sesuatu, tapi ya sudahlah....

Persiapan untuk khitan sebetulnya tidak ada sama sekali, kecuali tiap malam aku pandangi wajahnya, dan berkata, you're gonna be a man ...

bersambung.... 
ngelayanin juragan sunat dulu yak